Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Mengenal Lebih Dekat Pegelaran Ketoprak "Kembang Cempa Mulya"
Semarang-Dalam rangka
Dies Natalis ke-38, Universitas Negri Semarang(UNNES) menyelenggarakan kegiatan
hiburan pesta rakyat berupa pentas seni pagelaran ketoprak dengan lakok Kembang
Cempaka Mulya di dalam Auditorium Prof Wuryanto Sekaran, Kecamatan
Gunungpati, Kota Semarang pada Senin (29/5/2023).
Mungkin kebanyakan
orang dengar kata ketoprak sebagai sebuah makanan yang biasa ditemui di pinggir
jalan. Namun tenyata tidak hanya itu, nama ketoprak juga terdapat pada kesenian
tradisional, yaitu kesenian ketoprak. Ketoprak sendiri merupakan salah satu
jenis teater rakyat yang berkembang diwilayah Jawa Tengah, ada juga di daerah
Jawa Timur.
Dari beberapa
sumber kata ketoprak berasal dari kata prak yang merupakan bunyi alat musik
tradisional tiprak. Alat musik tersebut bila dimainkan mengeluarkan bunyi
prak…prak. Ketoprak berkembang dilingkungan masyarakat desa sebagai hiburan
dengan menabuh lesung secara berirama pada saat gejog (bulan purnama). Seiring
berkembangnya masa ketoprak mengalami perubahan mulai ditambah dengan
tembang-tembang, gamelan dan lain sebagainya.
Untuk pertama kali
ketoprak pentas pada tahun 1909 dalam pertunjukan lengkap. Ketoprak yang
pertama kali ditampilkan yaitu Ketoprak Wreksotomo. Ketoprak tersebut dibentuk
oleh Ki Wisangkoro. Setelah awal pertunjukan ketoprak, perkembangan ketoprak
maju secara cepat dan diminati oleh masyarakat. Ada beberapa jenis pertunjukan
ketoprak diantaranya kotekan lesung, ketoprak lesung, ketoprak gamelan,
ketoprak pendopo, dan ketoprak panggung.
Dalam pertunjukan
ketoprak menyajikan cerita-cerita yang bervariasi, mulai dari cerita rakyat,
dongeng, babad, sejarah, legenda, dan lain sebagainya. Kisah Ande-ande Lumut, Angling
Darmo, Panji Asmorobangun, hingga Kembang Cempaka Mulya seperti yang ada dalam rangkaian
Dies Natalis ke-58 UNNES.
Pagelaran ketoprak
di UNNES melakukan koloborasi dengan artis-artis dari Bakar Production.
Pagelaran tersebut mengangkat lakon “Kembang Cempaka Mulya” dalam hal ini para
petinggi UNNES yang melakonkan sendiri. Mulai dari Rektor hingga Dekan dan
dosen yang ada di Universitas Negri Semarang.
Rektor UNNES,
Prof. Dr. S. Martono, M.si. membuka pagelaran dengan ciamik bahkan dalam
sambutannya bapak Rektor menyampaikan bahwa UNNES mendapatkan penghargaan
sebagai pengelola KIP kuliah terbaik dalam Augrah Merdeka Belajar 2023 di
gedung Tri Murti Prambanan Jogjakarta, Senin(29/5/2023).
Turut memeriahkan,
Sekertaris UNNES yang bertugas menjadi Ki Prana Jati. Dalam tugasnya berperan
sebagai pimpinan padepokan segawe. Tidak hanya Sekertaris UNNES saja banyak
juga nama nama besar di UNNES yang turut memeriahkan, Direktur Pascasarjana
Prof. Dr. Fathur Rohkman, M.Hum. dan Dekan-Dekan yang ada di Universitan Negri
Semarang.
Ceritakan Ki Prana
Jati membuat sayembara untuk menguji kesaktian para siswanya dalam hal ini
untuk membawa pulang Kembang Cempaka Mulya yang belum diketahui pasti
keberadaanya. Namun Ki Prana Jati hanya memberikan informasi bahwa kembang
tersebut ada di Gunung Lawu.
Ditengah cerita
dimasuki bumbu bumbu guyonan rakyat dan juga kritik sosial yang ada dimasa
kini. Mulai dari memanasnya isu politik yang sedang berjalan sampai guyonan
yang membuat penonton ketawa bahagia. Ada juga perang perseteruan rumah tangga
dan juga penampilan yang apik dari para artis Bakar Production.
Prof Dr
S Martono menyatakan, Ketoprak bisa menjadi sarana pendekatan semi modern untuk
mengenalkan dan menghidupkan budaya jawa yang mengandung filosofi tinggi(Senin,
29/5/2023). Dalam hal ini Prof Dr S
Martono tidak bisa mengikuti pementasan ketoprak sebagai pemain karena harus
menghadiri beberapa acara akademisi bahkan Rektor UNNES tersebut sudah tiga
kali latihan dengan para pemain lainnya.
Pagelaran Ketoprak
Kolaborasi ditutup dengan kemeriahan dan pesan pesan yang ada dalam ketoprak
Kembang Cempaka Mulya. Pesan tersebut diungkap oleh pemainnya, Kembang Cempaka
Mulya merupakan merupakan perlambangan sebuah evolusi global harus tetap harum
dan selalu bercita cita untuk selalu belajar agar mecapai kemuliaan.
Beberapa tanggapan
dari para penonton yang hadir salah satunya yaitu Aprilia Ayu Ningtias
Mahasiswa UNNES, pagelaran seni budaya ketoprak sangat bagus dan istimewa
padahal yang tambil para petinggi UNNES akan tetapi tidak mengurangi astetika
yang ada dalam pagelaran seni ketoprak tadi. Senin(29/5/2023).

Komentar
Posting Komentar