Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Wong Jawa Ojo Ilang Jawane
Tak
jarang kita mendengar kalimat “wong Jawa ojo ilang Jawane” jika diartikan dalam bahasa Indonesia yaitu orang
Jawa jangan hilang Jawanya. Kalimat tersebut seringkali terlintas dalam media
sosial apabila ada konten tentang praktik masyarakat Jawa yang sedang melakukan
tradisi seperti larung sesaji, grebeg suro, jamasan pusaka/mencuci pusaka pada
bulan tertentu, dan sebagainya. Orang jawa zaman dahulu jika berbicara halus
dan penuh tata krama. Mereka berkomunikasi satu sama lain menggunakan bahasa
jawa yang sesuai dengan unggah-ungguhnya. Bahasa jawa adalah bahasa ibu suku
jawa.
Bahasa
jawa yang sehari-hari kita gunakan ada bahasa jawa krama dan bahasa jawa ngoko.
Bahasa jawa krama dan bahasa jawa ngoko tersebut disebut dengan unggah ungguh basa. Namun di
masa sekarang ini, berbicara bahasa jawa, unggah ungguh bahasa jawa sudah mulai
dikesampingkan. Contohnya anak-anak sekarang sudah biasa berbicara bahasa jawa
ngoko kepada orang tuanya. Hal seperti itu seharusnya adalah suatu hal yang
tidak sopan. Namun, perilaku tersebut untuk masa sekarang ini sudah dianggap
hal yang biasa. Kemajuan peradaban di era globalisasi ini sangat berpengaruh
besar bagi kehidupan dan menjadi suatu pelopor dalam globalisasi, menurut
Robertson (1992, dalam Agustin 2011) era globalisasi merupakan era bersatunya
masyarakat dunia dalam segi gaya hidup, orientasi dan budaya.
Tentunya
globalisasi ini dapat kita katakan adalah produk dari barat yang terkenal akan
budaya individualisme, gaya hidup bebas, dan beberapa budaya yang berlawanan
terhadap nilai-nilai kearifan budaya Jawa. Jika kita orang Jawa maka harus
menunjukkan identitas kita sebagai orang Jawa, jika kita orang betawi maka kita
harus menunjukkan identitas sebagai orang Betawi, begitu seterusnya.
Nilai-nilai masyarakat Jawa disini dapat ditingkatkan melalui beberapa hal
antara lain menggunakan bahasa Jawa. Selain itu, pelestarian budaya juga
menjadi salah satu faktor penting yang menunjukkan identitas seseorang
khususnya orang Jawa. Adanya praktik budaya seperti pentas kesenian,
upacara-upacara adat dapat diikuti oleh masyarakat khususnya pemuda agar
kelestariannya tetap terjaga.
Bukan
hanya itu, dalam pelestarian kebudayaan, pemerintah juga memiliki peranan
penting didalamnya yaitu mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang mengarah
pada upaya pelestarian kebudayaan nasional. Pemerintah juga dapat lebih
memusatkan perhatiannya pada pendidikan muatan lokal dan pemuda yang diberikan
suatu wadah untuk meningkatkan kreatifitas. Agar menjadi bangsa yang besar
kita harus menghargai budaya kita sendiri jangan sampai kita menghilangkan
budaya kita sendiri karena kita lebih menyukai budaya lain. Jika kita orang
jawa maka kita harus menunjukkan bahwa kita orang jawa. Jadi jangan sampai kita
menghilangkan jati diri kita sebagai orang jawa. (MNI)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar