Langsung ke konten utama

Unggulan

Ki Ageng Suryomentaram: Pencari Bahagia di Balik Kemewahan Istana

 Perjalanan dari Istana ke Kesederhanaan Ki Ageng Suryomentaram, lahir pada 20 Mei 1892, adalah putra ke-55 dari Sri Sultan Hamengku Buwono VII dan Bendoro Raden Ayu Retnomandojo. Awalnya bergelar Bendoro Pangeran Haryo (BPH) Suryomentaram, ia dikenal sebagai bangsawan yang memutuskan untuk meninggalkan kemewahan istana demi mencari makna kehidupan sejati. Pencarian ini bermula saat ia menyaksikan beratnya perjuangan para petani di sawah, sebuah pemandangan yang mengguncang batinnya. Tak lama kemudian, ia meninggalkan istana dan mengembara dengan nama samaran Natadangsa, menjalani hidup sebagai pedagang batik, petani, hingga kuli. Kesederhanaan hidup ini membuka hatinya untuk memahami makna kebahagiaan sejati. Filsafat Bahagia: Kawruh Begja Ki Ageng Suryomentaram menjadi guru dari aliran kebatinan bernama Kawruh Begja (Ilmu Bahagia). Ajarannya yang terkenal, Aja Dumeh (jangan menyombongkan diri), menekankan pentingnya kerendahan hati dan menghargai kesetaraan manusia. Menurutnya, b...

Angin Wengi

 ANGIN WENGI


Angin wengi

aku titip suwaraning ati

marang slirane kang taktresnani

kandhakna yen aku isih ngenteni


Angin wengi

kandhakna kanthi permati

isih takgegem tresna kang wingi

nadyan kala-kala ana cuwaning ati


Angin wengi

jlentrehna kanthi ngati-ati

isih gawang-gawang sajeroning ati

sasmita yen slirane menehake pipi


Angin wengi

kandhaa tanpa ngapusi

tresnane banget takanti-anti

lan kapan bebarengan mecaki margi.


.

Komentar

Postingan Populer